Home / Pusat & Provinsi / Kang Haru Ajak Kader dan Caleg Atasi Tumpukan Sampah di Bandung – DPW PKS Jawa Barat
Kang Haru Ajak Kader dan Caleg Atasi Tumpukan Sampah di Bandung – DPW PKS Jawa Barat

Kang Haru Ajak Kader dan Caleg Atasi Tumpukan Sampah di Bandung – DPW PKS Jawa Barat

Bandung, KBRN – Dalam momentun HUT Kota Bandung yang ke 213 DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Antapani menggelar Ngaliwet Akbar di lapangan Gasmin, Antapani Kota Bandung.

Ketua DPW PKS Jawa Barat, Haru Suandharu dalam sambutannya meminta seluruh caleg hingga kader yang ada di Bandung, konsen dalam menyuarakan dan menuntaskan berbagai permasalahan yang saat ini di hadapi masyarakat seperti sampah.

“Saya berharap Caleg hingga kader menjadi agen perubahan dalam menerapkan kebiasaan hidup memilah sampah, menjadi motor penggerak di lingkungannya dalam pengelolaan sampah yang baik,” ungkapnya. Minggu (8/10/2023).

Lebih lanjut di jelaskan Kang Haru, langkah tersebut dilakukan guna mengurangi tumpukan sampah akibat insiden kebakaran yang terjadi di TPA Sarimukti beberapa waktu yang lalu.

“Apalagi TPA Sarimukti ini sudah over load kapasitasnya sampai 700 persen, belum lagi kemarin kebakaran hebat di sana, sudah tidak bisa kita hanya mengandalkan TPA saja perlu ada gerakan besar yang dilakukan seluruh anggota PKS dalam mengentaskan masalah sampah di Kota Bandung,” tandasnya.

Sementara itu dalam kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB, sebanyak 1500 kader memutihkan lapangan Gasmin Antapani, untuk mengikuti rangkaian kegiatan Ngaliwet Akbar yang di hadiri seluruh caleg Dapil 3 Kota Bandung.

Check Also

Rp10 T MBG Harus Kembali ke Piring Anak, Jangan Hilang di Tengah Jalan – DPW PKS Jawa Barat

Rp10 T MBG Harus Kembali ke Piring Anak, Jangan Hilang di Tengah Jalan – DPW PKS Jawa Barat

Jakarta, 2 Oktober 2026 — Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta penguatan tata kelola Program MBG dilakukan secara menyeluruh, mulai dari keamanan pangan hingga transparansi angaran. Ia menilai perubahan skema insentif SPPG menjadi Rp2.000 per porsi harus diikuti dengan standar mutu yang tegas. “Insentif Rp2.000 per porsi jangan hanya dihitung sebagai biaya

Leave a Reply