Home / Galeri / Bipeka DPRa PKS Cimuning Gelar Gathering dan Pelatihan Public Speaking, Dorong Muslimah Lebih Percaya Diri Menjadi Dai

Bipeka DPRa PKS Cimuning Gelar Gathering dan Pelatihan Public Speaking, Dorong Muslimah Lebih Percaya Diri Menjadi Dai

BEKASI – Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPRa PKS Cimuning menyelenggarakan kegiatan Gathering dan Pelatihan Public Speaking pada Ahad (1/11/2026), bertempat di Kantor DPC PKS Mustika Jaya. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga menjelang Dzuhur ini diikuti oleh 50 peserta akhwat binaan Cimuning dengan dukungan 18 orang panitia.

Mengusung tema “Melejitkan Potensi Bicara, Menguatkan Peran Ibu sebagai Da’i”, kegiatan ini menjadi sarana mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antarmuslimah, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan maupun pesan-pesan kebaikan.

Menguatkan Semangat Dakwah Muslimah

Acara diawali dengan pembukaan, tilawah Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan Ketua Panitia, Putri, serta Ketua Bipeka DPRa PKS Cimuning, Puspita Kusumawati. Selanjutnya, peserta mendapatkan sambutan sekaligus taujih dari perwakilan Ketua Bipeka DPC PKS Mustika Jaya, Tri Rini Handayani.

Dalam taujihnya, Tri Rini Handayani mengingatkan pentingnya menanamkan kesadaran bahwa setiap kader dakwah sejatinya adalah seorang dai. Ia mengangkat ungkapan “Nahnu du’at qabla kulli syai’”, yang berarti kita adalah dai sebelum menjadi apa pun. Pesan ini menegaskan bahwa semangat dakwah hendaknya melekat dalam setiap peran dan aktivitas kehidupan seorang muslim.

Hal tersebut selaras dengan firman Allah SWT dalam QS. Ali Imran ayat 104, yang menyerukan agar di antara umat Islam ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa dakwah bukan hanya tugas mereka yang berada di mimbar atau memiliki jabatan tertentu, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab setiap muslim sesuai dengan kemampuan dan perannya masing-masing.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Bipeka DPRa PKS Cimuning, Puspita Kusumawati, menyampaikan bahwa setiap ibu memiliki potensi untuk menjadi seorang dai.

“Setiap ibu memiliki potensi menjadi dai. Jangan takut memulai, karena dakwah tidak harus selalu melalui mimbar, tetapi bisa dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar,” pesannya.

Public Speaking: Keterampilan yang Bisa Dilatih

Memasuki acara inti, peserta mengikuti materi Public Speaking yang disampaikan oleh Uci Desi Andriani, S.IP., S.Pd., seorang praktisi pendidikan yang aktif dalam kegiatan edukasi keagamaan dan pembinaan karakter.

Dalam pemaparannya, Uci menjelaskan bahwa public speaking merupakan keterampilan berbicara di depan umum yang dapat dipelajari dan dilatih oleh siapa saja. Kemampuan berbicara bukan semata-mata bakat bawaan, melainkan keterampilan yang dapat terus dikembangkan melalui keberanian dan latihan secara konsisten.

Pemateri mengajak peserta mengenali beberapa hambatan yang sering muncul ketika seseorang harus berbicara di depan umum, di antaranya:

Hambatan dalam Public Speaking:

  1. Takut melakukan kesalahan ketika berbicara.
  2. Merasa gugup atau kurang percaya diri.
  3. Takut dinilai atau mendapatkan tanggapan negatif dari orang lain.
  4. Bingung dalam menyusun kata-kata dan menyampaikan gagasan.
  5. Belum memiliki cukup pengalaman atau jam terbang.

Untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut, peserta diberikan beberapa langkah praktis yang dapat diterapkan, yaitu:

  • Berani memulai: Jangan menunggu sempurna untuk mulai berbicara.
  • Rajin berlatih: Membiasakan diri berbicara akan membantu meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri.
  • Fokus pada pesan: Utamakan kebaikan dan manfaat pesan yang ingin disampaikan, bukan terlalu menuntut kesempurnaan dalam berbicara.

Ibu sebagai Dai: Memulai Dakwah dari Lingkungan Terdekat

Salah satu materi penting yang disampaikan adalah bagaimana seorang ibu dapat mengambil peran sebagai dai dalam berbagai lingkungan kehidupannya.

Peran tersebut dapat diwujudkan melalui beberapa ruang dakwah, antara lain:

  1. Dalam keluarga: Mendidik dan membimbing anggota keluarga dengan kasih sayang serta keteladanan.
  2. Melalui majelis taklim: Berbagi ilmu, menyampaikan nasihat, dan saling menguatkan dalam kebaikan.
  3. Di tengah masyarakat: Menebarkan kepedulian, membangun komunikasi yang baik, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.

Dalam konteks komunikasi dakwah, pemateri juga mengingatkan pentingnya merujuk pada QS. An-Nahl ayat 125, yang mengajarkan agar menyeru manusia ke jalan Allah dengan hikmah, nasihat yang baik, serta berdialog dengan cara yang terbaik.

Adapun beberapa kunci untuk menjadi dai yang menginspirasi adalah:

  • Meluruskan niat, menjadikan aktivitas berbicara dan berdakwah semata-mata untuk mencari rida Allah SWT.
  • Memahami materi secara mendalam, sehingga pesan yang disampaikan memiliki dasar dan dapat dipertanggungjawabkan.
  • Menggunakan perkataan yang baik, santun, bijaksana, dan mudah dipahami oleh orang lain.

Kegiatan pelatihan juga dilengkapi dengan sesi praktik dan permainan interaktif (games) untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan aplikatif.

Peserta Antusias, Harapkan Pelatihan Berkelanjutan

Pelatihan ini mendapatkan respons positif dari para peserta. Materi yang disampaikan dinilai menarik dan memberikan wawasan serta keterampilan baru yang relatif jarang diperoleh dalam kegiatan pembinaan rutin. Antusiasme peserta terlihat selama sesi penyampaian materi maupun praktik berlangsung.

Sejumlah peserta juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan dalam bentuk workshop dan pelatihan yang lebih aplikatif, khususnya untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan keberanian mengambil peran di tengah masyarakat.

Lebih dari sekadar kemampuan berbicara di depan umum, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri, keberanian menyampaikan gagasan, serta kesiapan para muslimah untuk menerima dan menjalankan berbagai amanah dalam perjalanan dakwah.

Melalui kegiatan Gathering dan Pelatihan Public Speaking ini, Bipeka DPRa PKS Cimuning berharap dapat terus menghadirkan ruang pembinaan dan pengembangan potensi bagi para kader perempuan. Dengan demikian, akan tumbuh sosok muslimah yang berilmu, percaya diri, komunikatif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi keluarga, lingkungan, serta masyarakat.

Karena setiap muslimah memiliki potensi untuk menyampaikan kebaikan. Dakwah bisa dimulai dari rumah, tumbuh di lingkungan sekitar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. ( PK )

Check Also

PKS Peduli Serahkan Bantuan Perlengkapan Dapur untuk Korban Kebakaran SPBE Cimuning

Bekasi, 9 Mei 2026 — DPC PKS Mustika Jaya melalui program PKS Peduli kembali menunjukkan …

Leave a Reply