Home / Pusat & Provinsi / Diskriminasi Bukan Solusi, PKS Jabar Hadir Dampingi Masyarakat Rentan HIV – DPW PKS Jawa Barat
Diskriminasi Bukan Solusi, PKS Jabar Hadir Dampingi Masyarakat Rentan HIV – DPW PKS Jawa Barat

Diskriminasi Bukan Solusi, PKS Jabar Hadir Dampingi Masyarakat Rentan HIV – DPW PKS Jawa Barat

Bandung — Stigma dan diskriminasi terhadap masyarakat rentan tertular HIV masih menjadi tantangan serius dalam upaya penanganan masalah sosial di tengah masyarakat. Pendekatan yang menghakimi dan mengucilkan dinilai tidak hanya gagal menyelesaikan persoalan, tetapi justru membuat mereka semakin jauh dari edukasi dan pembinaan. Menyikapi hal tersebut, PKS Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembinaan umat yang merangkul dan berbasis empati.

“Ketika Allah memberikan amanah kepemimpinan, yang kita lindungi adalah semua yang ada di dalamnya. Jangan bayangkan masyarakat akan langsung baik semua. Nabi saja diuji dengan beragam karakter manusia. Karena itu, kita harus hadir sebagai rahmatan lil ‘alamin,” ujar Iwan Suryawan atau akrab disapa Abah Iwan dalam Rapat Koordinasi Bidang Pembinaan Umat dan Kerukunan Beragama DPW PKS Jawa Barat pada Sabtu (7/2/2026).

Ketua DPW PKS Jawa Barat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat itu menegaskan bahwa persoalan sosial, termasuk isu HIV, tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan penghakiman. Menurutnya, pemimpin dan elemen masyarakat justru harus berani hadir di ruang-ruang yang sering dihindari, memahami latar belakang persoalan sebelum menawarkan solusi.

Abah Iwan mengisahkan pengalamannya pada 2005 saat menghadapi persoalan HIV di Kota Bogor. Ia memilih berdialog dengan tenaga medis dan berinteraksi langsung dengan kelompok berisiko untuk memahami persoalan secara utuh. 

“Saya belajar bahwa mereka juga bagian dari masyarakat yang harus kita lindungi. Kalau tidak ada yang hadir memberi pemahaman, lalu siapa?” tuturnya.

Ia menyebut, membangun kepercayaan membutuhkan proses panjang. Dalam pengalamannya, dibutuhkan waktu hingga lima tahun sebelum komunitas tersebut bersedia mengikuti pembinaan secara sukarela. Namun, pendekatan yang tergesa-gesa dan penuh penghakiman justru dapat menutup ruang dialog yang telah dibangun.

“Jangan minta masyarakat menjadi bagian dari keluarga kita, tapi jadilah kita sosok yang bisa diterima masyarakat,” tegasnya.

Melalui Bidang Pembinaan Umat dan Kerukunan Beragama, PKS Jawa Barat mendorong lahirnya ruang-ruang pembinaan di tingkat komunitas yang inklusif dan bertahap. Pendekatan ini diarahkan untuk membangun majelis taklim dan forum dialog yang kontekstual, melibatkan tokoh lokal, serta menghadirkan pembimbing yang memahami karakter masyarakat setempat.

PKS Jabar menilai, melawan stigma adalah bagian dari upaya menjaga ketahanan sosial. Mengucilkan tidak menyelesaikan persoalan, menyalahkan tidak mengedukasi, dan menghakimi tidak membimbing. Sebaliknya, pembinaan yang merangkul diyakini mampu mencegah persoalan sosial sejak dini sekaligus memperkuat ketahanan keluarga dan harmoni masyarakat.

Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum konsolidasi gerakan pembinaan umat agar lebih responsif terhadap persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat, sekaligus menegaskan komitmen PKS Jawa Barat untuk hadir sebagai bagian dari solusi, bukan sekadar penonton.

Check Also

PKS Jabar Dorong Regenerasi Lewat Pelantikan Garuda Keadilan dan Gema Keadilan – DPW PKS Jawa Barat

PKS Jabar Dorong Regenerasi Lewat Pelantikan Garuda Keadilan dan Gema Keadilan – DPW PKS Jawa Barat

Bandung – PKS Muda Jawa Barat menggelar kegiatan “PKS Jabar Youth Connect” yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Garuda Keadilan dan Gema Keadilan tingkat DPW dan DPD se-Jawa Barat, pada Minggu, 15 Februari 2026, di Selah Hall, Kota Bandung. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan, pembina, serta kader muda PKS dari berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan

Leave a Reply