Bandung — Maraknya peristiwa kekerasan dan ledakan emosi di ruang publik maupun dalam keluarga belakangan ini menjadi alarm serius bagi ketahanan moral dan mental bangsa. Di tengah derasnya distraksi digital dan tekanan sosial yang semakin kompleks, penguatan nilai spiritual dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Merespons kondisi tersebut, DPW PKS Jawa Barat menggelar Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) dalam rangkaian Qur’an Fest sebagai upaya membangun benteng karakter dan ketahanan mental generasi.
Ketua DPW PKS Jawa Barat, Iwan Suryawan, yang akrab disapa Abah Iwan, menegaskan berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini harus menjadi bahan refleksi bersama. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa semata dilihat sebagai kasus hukum, tetapi juga sebagai gejala melemahnya pengendalian diri dan interaksi spiritual dalam kehidupan masyarakat.
“Banyak masyarakat kita yang belum berkesempatan menikmati interaksi yang dekat dengan Al-Qur’an. Padahal di sanalah sumber ketenangan dan pengendalian diri. Ketika nilai Qur’an hidup dalam diri seseorang, insyaAllah ia mampu menahan emosi dan menjaga perilaku,” ujarnya dalam sambutan pembukaan MHQ tingkat Jawa Barat, di Aula Kantor DPTW PKS Jawa Barat, pada Sabtu (28/2/2026).
Abah Iwan menyebut, para penghafal Qur’an adalah orang-orang terpilih yang memegang peran strategis dalam membangun peradaban. Hanya, ia menekankan, kemenangan sejati dalam Musabaqah Hifdzil Qur’an bukan terletak pada siapa yang berdiri di podium, melainkan pada konsistensi menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sehari-hari.
“Kemenangan hakiki itu ketika kita senantiasa berinteraksi dengan Qur’an dan menghadirkan nilainya dalam perilaku. Inilah amal sholeh kita bersama, bagaimana menyebarkan nilai Qur’an di tengah masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyinggung bagaimana di Palestina, nilai spiritual mampu menjadi sumber kekuatan menghadapi tekanan dan ujian berat. Menurutnya, kekuatan mental yang lahir dari kedekatan dengan Al-Qur’an jauh lebih kokoh dibanding sekadar kekuatan materi. Karena itu, MHQ menjadi bagian dari ikhtiar membangun ketakwaan yang berdampak pada ketahanan pribadi, keluarga, hingga bangsa.
Sementara itu, Ketua Bidang Kaderisasi dan Anggota Partai (BKAP) DPW PKS Jawa Barat, Erwin Kurnia, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari Qur’an Fest yang digelar secara nasional dan serentak di seluruh provinsi di Indonesia.
Menurut Erwin, harapannya kedekatan kader dengan Al-Qur’an akan menimbulkan vibrasi positif di lingkungan sekitar, kemudian meluas ke masyarakat yang lebih luas.
“Harapannya, dari kalangan kader kita dekat selalu dengan Qur’an, kemudian tervibrasi kepada masyarakat di sekitar kita. Selanjutnya diperluas ke masyarakat yang lebih luas, sehingga dakwah Qur’an semakin meluas,” ujarnya.
Ke depan, Abah Iwan menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti pada internal kader. Tahun mendatang, masyarakat akan semakin dirangkul untuk terlibat sebagai peserta, sehingga interaksi dengan Al-Qur’an tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar membentuk perilaku sehari-hari.
“Semoga dari sini lahir semangat takwa dalam hati-hati kita, dan dari Jawa Barat kita bisa menyebarkan energi kebaikan yang lebih luas,” pungkasnya.
Musabaqah Hifdzil Qur’an ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menghadirkan budaya Qur’ani di tengah masyarakat—sebagai benteng dari distraksi, penguat pengendalian diri, sekaligus fondasi ketahanan mental bangsa.
Jawa Barat menjadi salah satu yang mengawali pelaksanaannya dengan menghadirkan anggota terbaik dari Unit Pembinaan Anggota (UPA) se-Jawa Barat. Seluruh utusan DPD se-Jawa Barat turut hadir memeriahkan agenda ini, dan peserta terbaik nantinya akan dikirim ke tingkat pusat sebagai duta Qur’an.
DPC PKS Kec. Mustikajaya Solid. Melayani. Raih Kemenangan.