Home / Pusat & Provinsi / Sekjen PKS: Pemerintah Harus Prioritaskan Alokasi RAPBN 2024 Sektor Kesehatan tuk Persoalan Stunting
Sekjen PKS: Pemerintah Harus Prioritaskan Alokasi RAPBN 2024 Sektor Kesehatan tuk Persoalan Stunting

Sekjen PKS: Pemerintah Harus Prioritaskan Alokasi RAPBN 2024 Sektor Kesehatan tuk Persoalan Stunting

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan Pidato Kenegaraan Presiden RI tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2024 beserta Nota Keuangan di Gedung DPR MPR, Jakarta, Rabu, (16/8/2024).

Dalam pidatonya tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pemerintah akan mengalokasikan Rp186,4 triliun untuk sektor kesehatan di tahun 2024 mendatang, dengan tujuan untuk memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat dan produktif. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS Habib Aboe Bakar Al Habsyi menyebut, angka yang setara 5,6 persen dari total besaran APBN tersebut merupakan kabar baik pasca penghapusan Mandatory Spending di UU Kesehatan yang belum lama disahkan. Ia mengapresiasi bentuk perhatian pemerintah untuk sektor kesehatan ini.

“Meskipun Mandatory Spending di UU Kesehatan sudah dihapus, namun pemerintah masih menganggarkan lebih dari 5% untuk sektor kesehatan. Saya kira ini adalah kebijakan yang baik,” ungkap Habib Aboe.

Habib Aboe berharap, alokasi anggaran yang ada bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat.

“Kita berharap anggaran yang ada akan bisa dipergunakan secara maksimal untuk memperbaiki kondisi kesehatan masyarakat. Misalkan saja untuk menyelesaikan persoalan stunting dan kekurangan gizi di Indonesia,” harap Habib Aboe.

Check Also

“Ingin Jadi Bagian Keluarga, Bukan Sekadar Tamu” — Abah Iwan Ngariung Bareng Warga Pasirlangu di Bulan Ramadhan – DPW PKS Jawa Barat

“Ingin Jadi Bagian Keluarga, Bukan Sekadar Tamu” — Abah Iwan Ngariung Bareng Warga Pasirlangu di Bulan Ramadhan – DPW PKS Jawa Barat

Kabupaten Bandung Barat — Lebih dari sebulan pasca longsor dahsyat yang menimbun puluhan rumah di Pasirlangu, pada Januari 2026 dini hari, warga perlahan mencoba bangkit. Hari ini, Ahad (8/3/2026), 200 warga duduk bersama Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar, Iwan Suryawan  — menyimak tausiyah yang menguatkan, di tanah yang belum lama terguncang. “Kami ingin diterima sebagai

Leave a Reply