Home / Pusat & Provinsi / AMIN Nomor Urut 1, Syaikhu: Insya Allah Menang dan Kita Satukan Bangsa
AMIN Nomor Urut 1, Syaikhu: Insya Allah Menang dan Kita Satukan Bangsa

AMIN Nomor Urut 1, Syaikhu: Insya Allah Menang dan Kita Satukan Bangsa

Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) Anies Rasyid Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) mendapatkan nomor urut 1 dalam Pengundian yang dilakukan di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2023).

Pengundian nomor urut tersebut dilaksanakan dalam rapat pleno terbuka yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU Hasyim Asy’ari. Menanggapi itu, Presiden PKS Ahmad Syaikhu optimistis AMIN menang dalam Pemilu 2024 mendatang. 

“Kita optimistis menang setelah pengundian nomor urut yang dilakukan KPU,” ujar Syaikhu yang partainya menjadi salah satu pengusung Pasangan AMIN bersama Nasdem dan PKB. 

Syaikhu melihat grafik AMIN terus meningkat berdasarkan hasil dari berbagai lembaga survei. Di sisi lain, setiap kegiatan yang dilakukan AMIN di daerah juga dihadiri ratusan ribu hingga jutaan massa. 

“Kami memiliki keyakinan AMIN menang karena melihat kecenderungan tren hasil survei yang terus naik. Juga kehadiran masyarakat yang memadati kegiatan AMIN di daerah,” jelas Syaikhu. 

Pemilu 2024 ini lanjut Syaikhu, harus dijadikan momentum persatuan, bukan keterbelahan seperti pemilu sebelumnya. Dan AMIN bertekad akan menyatukan bangsa ini sejak tahapan pemilu dan ketika diamanahkan menjadi pemenang. 

“Kita satukan bangsa ini mulai dari tahapan pemilu saat ini. Dan kita satukan ketika AMIN memimpin negeri ini,” pungkas Syaikhu.

Check Also

Rp10 T MBG Harus Kembali ke Piring Anak, Jangan Hilang di Tengah Jalan – DPW PKS Jawa Barat

Rp10 T MBG Harus Kembali ke Piring Anak, Jangan Hilang di Tengah Jalan – DPW PKS Jawa Barat

Jakarta, 2 Oktober 2026 — Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta penguatan tata kelola Program MBG dilakukan secara menyeluruh, mulai dari keamanan pangan hingga transparansi angaran. Ia menilai perubahan skema insentif SPPG menjadi Rp2.000 per porsi harus diikuti dengan standar mutu yang tegas. “Insentif Rp2.000 per porsi jangan hanya dihitung sebagai biaya

Leave a Reply