Home / Pusat & Provinsi / Azhar Yanandi: Pemuda PKS Aktif di Lingkungan Sebagai Ujung Tombak Masyarakat
Azhar Yanandi: Pemuda PKS Aktif di Lingkungan Sebagai Ujung Tombak Masyarakat

Azhar Yanandi: Pemuda PKS Aktif di Lingkungan Sebagai Ujung Tombak Masyarakat

Depok– Bidang Kepemudaan DPP PKS menghadirkan tiga narasumber dalam acara The Change Makers bertempat di Depok Jawa Barat, Ahad (30/7/7/2023). 

Salah satu narasumber adalah Konsultan Bisnis dan Sociopreneur M Azhar Yanandi memberikan motivasi agar para pemuda bisa aktif di lingkungan masyarakat. 

“Pemuda identik dengan kekuatan, Pemuda adalah kekuatan, kuat akan posisi kuat dalam mengambil keputusan kuat dalam ilmu, coba tengok Usamah bin Zaid, Muhammad Al Fatih sudah menjadi pemimpin di usia muda,” ucap Azhar. 

“Teman teman harus punya pakem dan kembangkan di masyarakat, aktif di masjid di RT, banyak kegiatan yang bisa dikembangkan,” imbuhnya. 

Menurut Azhar, pemuda harus ambil peran terjun langsung dan hadir sebagai solusi di setiap permasalahan yang hadir ditengah masyarakat

” Kita harus siap dengan amanah amanah kecil mengurusi masyarakat jangan menyia-nyiakan waktu yang ada, kita adalah ujung tombak dari masyarakat, kita menghadirkan solusi bagi mereka,” pungkas Azhar. 

Sementara itu Ketua DPP PKS Bidang Kepemudaan Gamal Albinsaid dalam keynote speech nya menyampaikan pemuda sebagai pembawa arah perubahan harus mengambil peran dalam melayani masyarakat. 

“Tujuan besar dari gerakan Change Makers adalah menjadi pelayan di masyarakat, jadi kita sebagai change makers entah itu menjadi pejuang politik atau socialpreneur melayani orang yang bahkan tidak kita lihat atau bahkan tidak pernah kita temui,” ucap Gamal. 

Check Also

Rp10 T MBG Harus Kembali ke Piring Anak, Jangan Hilang di Tengah Jalan – DPW PKS Jawa Barat

Rp10 T MBG Harus Kembali ke Piring Anak, Jangan Hilang di Tengah Jalan – DPW PKS Jawa Barat

Jakarta, 2 Oktober 2026 — Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta penguatan tata kelola Program MBG dilakukan secara menyeluruh, mulai dari keamanan pangan hingga transparansi angaran. Ia menilai perubahan skema insentif SPPG menjadi Rp2.000 per porsi harus diikuti dengan standar mutu yang tegas. “Insentif Rp2.000 per porsi jangan hanya dihitung sebagai biaya

Leave a Reply