Home / Pusat & Provinsi / Kaum Milenial di Jabar Cenderung Pilih PKS – DPW PKS Jawa Barat
Kaum Milenial di Jabar Cenderung Pilih PKS – DPW PKS Jawa Barat

Kaum Milenial di Jabar Cenderung Pilih PKS – DPW PKS Jawa Barat

Bandung, metrojabar – PKS menjadi partai terfavorit kaum milenial di Jabar. Para politikusnya dipercaya dapat memperjuangkan aspirasi kalangan generasi 4G tersebut.

Hal ini bedasarkan hasil survei yang dilakukan Kaukus Journalis untuk Demokrasi Jabar (KJD) kepada 400 responden dari lapisan masyarakat Jabar, berumur 17 tahun s.d 35 tahun. Survei dilakukan dengan metode random sampling, serta memiliki margin error sebesar 0,4 persen.

PKS dalam posisi teratas survei meraup nilai 59%,, disusul partai Gerindra berada meraih 30 %,, kemudian PDIP dengan nilai 13%, dan sisanya menyatakan tidak memilih.

Koordinator Analis KJD Arief Pratama mengatakan, survei sengaja dilakukan untuk melihat kecenderungan kaum milenial memilih partai politik.

“Kaum milineal ini pemilih terbesar, di Jabar, karena itu partai mana yang meraih suara milineal berpotensi menang,” ucap Arief. Hasil survei KJD juga, menurut Arief, menyatakan sebanyak 58% bersikap tidak memilih satu pun partai politik yang dipercaya.

“Ternyata angka nihilnya masih tinggi. Alasannya, anggota partai jika terpilih hanya mementingkan kepentingan pribadi, kemudian banyak terjadi korupsi, dan kinerjanya tidak terasa oleh rakyat, sehingga mereka lebih Golput,” katanya.

Ketua DPW PKS Jabar Haru S mengapresiasi hasil survei KJD. Menurutnya, kalangan milineal memang menjadi target partainya untuk meraup suara di Jabar.

Check Also

Rp10 T MBG Harus Kembali ke Piring Anak, Jangan Hilang di Tengah Jalan – DPW PKS Jawa Barat

Rp10 T MBG Harus Kembali ke Piring Anak, Jangan Hilang di Tengah Jalan – DPW PKS Jawa Barat

Jakarta, 2 Oktober 2026 — Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta penguatan tata kelola Program MBG dilakukan secara menyeluruh, mulai dari keamanan pangan hingga transparansi angaran. Ia menilai perubahan skema insentif SPPG menjadi Rp2.000 per porsi harus diikuti dengan standar mutu yang tegas. “Insentif Rp2.000 per porsi jangan hanya dihitung sebagai biaya

Leave a Reply