Home / Pusat & Provinsi / Persatuan Tumbuh dari Saling Mendengar, Abah Iwan Ajak Semua Pihak Rawat Semangat Sumpah Pemuda  – DPW PKS Jawa Barat
Persatuan Tumbuh dari Saling Mendengar, Abah Iwan Ajak Semua Pihak Rawat Semangat Sumpah Pemuda  – DPW PKS Jawa Barat

Persatuan Tumbuh dari Saling Mendengar, Abah Iwan Ajak Semua Pihak Rawat Semangat Sumpah Pemuda  – DPW PKS Jawa Barat

BANDUNG — Aksi mahasiswa yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-98 kerap berhenti pada perdebatan soal ketertiban, sementara substansi tuntutannya belum   tentu tuntas dijawab. Di tengah banyaknya persoalan publik, suara pemuda adalah bagian dari upaya menjaga arah pembangunan tetap berpihak kepada masyarakat. Untuk itu, Ketua DPW PKS Jawa Barat, Iwan Suryawan, menyampaikan harapannya agar pemerintah menerima aspirasi tersebut dan menindaklanjutinya.

“Kami berharap pemerintah berkenan menerima aspirasi adik-adik mahasiswa dengan lapang dada. Masukan dan kritik dari anak muda adalah bagian dari ikhtiar bersama agar arah pembangunan tetap berpihak kepada masyarakat. Yang terpenting, aspirasi itu tidak berhenti pada didengar, tetapi dijawab dengan langkah yang nyata,” ujar Iwan Suryawan atau akrab disapa Abah Iwan di Bandung pada Kamis (29/10/2026).

Abah Iwan juga menerangkan, semangat Sumpah Pemuda sejatinya lahir dari keberanian anak muda bersuara. Ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan dibacakan pada Kongres Pemuda II di Batavia, 27–28 Oktober 1928, di tengah tekanan penjajahan.

“Semangat yang sama hari ini hadir pada generasi muda kita. Mahasiswa adalah kader-kader bangsa, rasanya tidak mungkin mereka berniat buruk. Apa yang mereka suarakan lahir dari kepedulian demi kemajuan bangsa, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga keadilan hukum, dan itu patut kita dengarkan dengan penuh perhatian. Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa persatuan lahir ketika kita mau saling mendengar,” lanjutnya. 

Suara pemuda juga bukan suara kecil secara jumlah. BPS mencatat jumlah pemuda Indonesia sekitar 66,83 juta jiwa pada 2025, atau 23,5 persen dari total penduduk. Di Jawa Barat, BPS Jabar memperkirakan jumlah pemuda usia 16–30 tahun mencapai 11,89 juta orang pada 2023, atau 23,85 persen penduduk provinsi. Dengan porsi sebesar itu, menurut Abah Iwan, mendengar pemuda berarti mendengar hampir seperempat wajah masyarakat Jawa Barat. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bidang Kepemudaan DPW PKS Jawa Barat, Rozi Putra, menegaskan bahwa semangat anak muda perlu diberi ruang yang konstruktif.

“Anak muda hari ini tidak hanya perlu didengar, tetapi juga perlu diberi ruang untuk terlibat dan berkontribusi. Kami di Bidang Kepemudaan ingin semangat kritis ini terus tumbuh dan tersalurkan lewat jalan yang baik, sehingga hadir sebagai energi positif bagi Jawa Barat,” terang Rozi.

Rozi menambahkan, kepedulian mahasiswa terhadap persoalan publik adalah modal berharga bagi masa depan daerah dan bangsa.

“Mahasiswa dan pemuda adalah calon pemimpin masa depan. Kepedulian mereka terhadap persoalan pendidikan, kesehatan, dan hukum menunjukkan bahwa mereka punya rasa memiliki terhadap daerah ini. Ketika ruang dialog terbuka, energi itu bisa menjadi gagasan yang menguatkan kerja bersama,” lanjut Rozi.

Abah Iwan berharap aspirasi para mahasiswa terus tersampaikan dengan damai dan tertib, serta pemerintah berkenan mendengar dan menindaklanjutinya. Menurutnya, dialog yang terbuka akan menumbuhkan kepercayaan antara pemerintah dan generasi muda, sebab persatuan menjadi kuat ketika perbedaan pandangan didengar dan dicarikan jalan keluarnya bersama. Di usia ke-98, semangat Sumpah Pemuda pun terus menjadi pengingat bagi PKS Jawa Barat bahwa kemajuan bangsa tumbuh dari kesediaan untuk saling mendengar. 

Check Also

Perkuat Layanan Hukum untuk Warga, Bidang Advokasi PKS Jabar Gelar Kajian Tematis Hukum Pertanahan – DPW PKS Jawa Barat

Perkuat Layanan Hukum untuk Warga, Bidang Advokasi PKS Jabar Gelar Kajian Tematis Hukum Pertanahan – DPW PKS Jawa Barat

BANDUNG — Sengketa tanah masih menjadi salah satu sumber konflik yang paling sering muncul di tengah masyarakat. Merespons hal itu, Bidang Advokasi Partai (BAP) DPW PKS Jawa Barat menyelenggarakan Webinar Kajian Tematis Online bertajuk “Pendaftaran, Peralihan, dan Permasalahan Hukum Pertanahan” melalui Zoom Meeting. “Kami menyadari bahwa kami sangat membutuhkan ilmu, langkah-langkah teknis, dan yang paling

Leave a Reply