Home / Pusat & Provinsi / Silaturahim Lebaran Pimpinan Politik, Sekjen PKS: Ciri Khas Politik Indonesia yang Inklusif dan Kekeluargaan
Silaturahim Lebaran Pimpinan Politik, Sekjen PKS: Ciri Khas Politik Indonesia yang Inklusif dan Kekeluargaan

Silaturahim Lebaran Pimpinan Politik, Sekjen PKS: Ciri Khas Politik Indonesia yang Inklusif dan Kekeluargaan

Jakarta  — Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKS Aboe Bakar Al Habsyi memaknai silaturahim Idul Fitri adalah aset bangsa yang sangat berharga, tidak semua negara memiliki tradisi kuat dalam perayaan Idul Fitri.

Di Indonesia, kata habib Aboe, momentum Idul Fitri yang di dalamnya terdapat tradisi mudik dan menjalin silaturahmi.

“Tradisi ini sangat baik untuk memupuk rasa persatuan bangsa, Kita bersyukur memiliki tradisi kuat dalam hari raya Idul Fitri. Sebuah tradisi tahunan yang selalu dilaksanakan rakyat biasa hingga para politisi,” ujar Aboe Bakar Al Habsyi dalam keterangan kepada media pada hari Ahad (23/04) di Jakarta

Aboe manambahkan, banyaknya silaturahmi saat lebaran antara pimpinan politik memberi pesan positif kepada publik bahwa ciri khas politik Indonesia yang inklusif dan penuh dengan semangat silaturahim serta kekeluargaan.

“Semangat silaturahim dalam politik sejatinya bagus dalam membangun nilai-nilai demokrasi yang sehat. Kompetisi tidak menghalangi interaksi satu sama lain,” ujar Anggota DPR RI Komisi III ini

Silaturahmi lebaran seperti ini akan membuka ruang dialog dan menyatukan langkah sesama anak bangsa.

“Sehingga, demokrasi hadir dibalut dalam keyakinan pada akhirnya menghadirkan kebijakan yang dilandasi kemaslahatan rakyat,” pungkas Aboe.

Check Also

Rp10 T MBG Harus Kembali ke Piring Anak, Jangan Hilang di Tengah Jalan – DPW PKS Jawa Barat

Rp10 T MBG Harus Kembali ke Piring Anak, Jangan Hilang di Tengah Jalan – DPW PKS Jawa Barat

Jakarta, 2 Oktober 2026 — Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta penguatan tata kelola Program MBG dilakukan secara menyeluruh, mulai dari keamanan pangan hingga transparansi angaran. Ia menilai perubahan skema insentif SPPG menjadi Rp2.000 per porsi harus diikuti dengan standar mutu yang tegas. “Insentif Rp2.000 per porsi jangan hanya dihitung sebagai biaya

Leave a Reply