Home / Pusat & Provinsi / Dokter Encep Sugiana Menilai Kehadiran Profesional di Lembaga Pemerintahan Itu “Keharusan” – DPW PKS Jawa Barat
Dokter Encep Sugiana Menilai Kehadiran Profesional di Lembaga Pemerintahan Itu “Keharusan” – DPW PKS Jawa Barat

Dokter Encep Sugiana Menilai Kehadiran Profesional di Lembaga Pemerintahan Itu “Keharusan” – DPW PKS Jawa Barat

Bandung — Melihat kompleksnya permasalahan di masyarakat, seorang dokter asal Kabupaten Subang, Encep Sugiana menilai pentingnya profesional hadir di lembaga pemerintahan, khususnya lembaga legislatif. Menurutnya kehadiran orang yang paham persoalan dari dalam merupakan keharusan — bukan sekadar nilai tambah

Kalau orang yang punya kebijakan memahami tentang permasalahan dari kebijakan tersebut, maka insyaallah kebijakannya akan tepat,” ujar anggota DPRD Provinsi Jawa Barat di Komisi 5 yang mengurusi pendidikan, Encep Sugiana dalam siniar “Podcast Sajabar” di PKS TV Jabar.

Ia berbicara dari pengalaman. Suatu ketika, di masa tugasnya sebagai anggota dewan di Subang, sebuah program imunisasi yang telah dianggarkan Rp700 juta tiba-tiba dipangkas hingga tinggal Rp100 juta. Bagi kebanyakan orang, itu sekadar perubahan angka dalam dokumen anggaran. Bagi seorang dokter, itu adalah bencana yang tidak akan terasa sekarang — tapi akan terasa sepuluh tahun ke depan.

“Saya kan tahu dampak dari program imunisasi. Kalau program ini tidak jalan, mungkin tahun ini tidak akan terasa akibatnya. Tetapi 10 tahun yang akan datang, dampaknya itu akan besar,” kenangnya. 

Ia pun melakukan pendekatan langsung ke Wakil Bupati, menyampaikan risiko yang hanya bisa dipahami oleh seseorang yang benar-benar mengerti dunia kesehatan. Anggaran dipulihkan.

Dari pengalaman itulah dr. Encep semakin yakin: legislatif membutuhkan orang-orang yang tidak hanya pandai berpolitik, tapi pandai membaca konsekuensi dari setiap kebijakan yang diputuskan.

Selain mengambil peran sebagai Anggota Legislatif, dokter Encep juga berperan sebagai ketua Bidang Pendidikan dan Kesehatan DPW PKS Jawa Barat. Ia menerangkan, bidang yang ia pimpin berdiri dengan dua deputi yang masing-masing berbasis profesi. Deputi Pendidikan dipimpin oleh mantan Ketua salah satu forum sekolah Jawa Barat, sementara Deputi Kesehatan dipimpin oleh seorang dokter spesialis. Sebuah kesadaran bahwa program yang tepat sasaran hanya bisa dirancang oleh mereka yang memahami medan.

Sebagaimana arahan dari DPP, pada 2026, DPW PKS Jawa Barat membentuk Bidang Pendidikan dan Kesehatan sebagai bidang tersendiri — memisahkannya dari Bidang Kesejahteraan Rakyat yang selama ini menjadi induknya. Bukan tanpa alasan. Tantangan di dua sektor ini dinilai sudah terlalu besar dan terlalu kompleks untuk ditangani secara sambilan

Program unggulan bidang ini berakar pada gerakan nasional PKS: Rumah Keluarga Indonesia — dengan fokus melahirkan keluarga yang pintar, kreatif, dan sehat. Ia adalah arah kerja yang diterjemahkan ke dalam program nyata, bertahap, dan terukur.

“Apa itu gerakan keluarga PKS? Gerakan keluarga yang pintar, kreatif, dan sehat. Bidang pendidikan dan kesehatan fokus pada kegiatan unggulan ini — bagaimana melahirkan kader-kader, dan mungkin juga masyarakat, yang pintar, yang kreatif, yang sehat,” jelas dr. Encep.

Bidang Pendidikan dan Kesehatan PKS Jawa Barat baru saja mulai berjalan. Namun, arahnya sudah jelas: dari dalam ke luar, dari kader ke masyarakat, dari kebijakan yang dipahami menuju kebijakan yang berpihak.

“Mudah-mudahan saya diberi kesehatan, diberi keikhlasan, diberi keistikamahan untuk melaksanakan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Karena pada hakikatnya semua amal kita, pertemuan dengan Gusti Allah, itulah yang paling berat,” pungkas dr. Encep.

Untuk bahasan selengkapknya, silahkan klik video di bawah ini:

Check Also

“Pemimpin Muda Itu Bukan Hanya Didorong, Tapi Juga Difasilitasi” – DPW PKS Jawa Barat

“Pemimpin Muda Itu Bukan Hanya Didorong, Tapi Juga Difasilitasi” – DPW PKS Jawa Barat

Bandung — Menghadapi puncak demografis di Jawa Barat dan juga demi meningkatkan partisipasi anak muda dalam kegiatan politik, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan mengatakan, penting untuk menyiapkan pemimpin dari generasinya. Namun, tak hanya “didorong”, namun juga difasilitasi untuk mendapatkan bekal yang memadai.  “Jawa Barat itu provinsi paling padat penduduknya di Indonesia dengan

Leave a Reply