Bandung — Di hari yang secara nasional ditetapkan untuk mengenang dan memuliakan para orang tua, sebagian dari mereka justru duduk menunggu di sudut-sudut pelosok yang jarang dijangkau. Hari ini, di Pondok Pesantren Al Furqon, Kecamatan Sindang Barang, Cianjur Selatan, kehadiran itu akhirnya datang — dalam bentuk daging kurban, paket sembako, dan santunan bagi 23 lansia yang selama ini luput dari jangkauan.
“Cianjur Selatan kami pilih bukan tanpa alasan. Wilayah pesisir dan pedalaman seperti ini adalah yang paling jarang tersentuh karena jaraknya yang jauh membuat akses menjadi tantangan tersendiri. Di sinilah kami ingin hadir. Karena dalam Islam, memuliakan yang tua bukan anjuran yang berlaku hanya untuk keluarga kandung — ia adalah tanggung jawab komunitas, tanggung jawab kita bersama,” terang Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar, Iwan Suryawan di Cianjur pada Ahad (30/5/2026).
Angkanya tidak kecil. Indonesia hari ini sedang memasuki fase “ageing population” — hampir 12 persen atau sekitar 29 juta penduduk sudah masuk kategori lansia.
Di Jawa Barat, dengan 3,55 juta penduduk miskin, sebagian besar dari yang paling rentan adalah para lansia: mereka yang fisiknya sudah tidak sekuat dulu, penghasilannya sudah tidak ada atau sangat terbatas, dan yang kadang tinggal jauh dari keluarga yang bisa merawat. Tiga kerentanan sekaligus — fisik, ekonomi, dan sosial — yang jarang terlihat karena mereka pun jarang bersuara.
Momentum Idul Adha dipilih sebagai jembatan untuk menjangkau mereka.
“Daging kurban adalah simbol berbagi yang paling konkret dalam Islam. Kami ingin memastikan bahwa mereka yang paling membutuhkan — para lansia di pelosok Cianjur Selatan ini — adalah yang pertama merasakannya,” ujar Iwan Suryawan yang akrab disapa Abah Iwan yang juga ketua DPW PKS Jawa Barat.
Kegiatan hari ini bukan aksi satu kali. Ia adalah bagian dari program AKSES PKS — Gerakan Sayang Masyarakat Rentan dan Disabilitas — yang berfokus mendampingi empat kelompok yang kerap terpinggirkan: anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.
RK Dadan Surya Negara, selaku Ketua Bidang Pembinaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas DPW PKS Jawa Barat, mengingatkan bahwa yang dibutuhkan para lansia bukan sekadar bantuan materi.
“Mereka butuh kita hadir, bukan hanya dibantu. Ada ungkapan yang sudah lama hidup di budaya kita: nyaah ka sepuh, ka indung, ka sasama. Kami ingin kegiatan ini menjadi undangan bagi kita semua untuk menghidupkan kembali nilai itu di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan di Cianjur Selatan ini merupakan bagian dari Syiar Dzulhijjah 1447 H yang berlangsung serentak di seluruh Jawa Barat. Dari 26 DPD se-Jawa Barat, telah dihimpun 855 ekor sapi dan kerbau serta 1.748 ekor kambing dan domba — dengan komitmen bahwa distribusinya harus menyentuh mereka yang paling jauh, bukan hanya yang paling mudah dijangkau.
DPC PKS Kec. Mustikajaya Solid. Melayani. Raih Kemenangan.