Home / Pusat & Provinsi / Bukan Konsolidasi, PKS Jawa Barat Mengadakan Silaturahmi – DPW PKS Jawa Barat
Bukan Konsolidasi, PKS Jawa Barat Mengadakan Silaturahmi – DPW PKS Jawa Barat

Bukan Konsolidasi, PKS Jawa Barat Mengadakan Silaturahmi – DPW PKS Jawa Barat


BANDUNG – Menyambut momentum Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 2024, DPW PKS Jawa Barat mengadakan Silaturahmi Bakal Calon Anggota Dewan (BCAD) se-Jawa Barat pada hari Sabtu (21/01) di Hotel Mason Pine, Jalan Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Ketua DPW PKS Jawa Barat, Dr. H. Haru Suandharu, S.Si., M.Si. atau biasa dipanggil Kang Haru menjelaskan, bahwa acara ini bukan konsolidasi melainkan silaturahmi.

“Silaturahmi yang dihadiri sekitar 1600 BCAD ini bertujuan agar para mereka bisa saling mengenali, tentunya memberikan semangat satu sama lain,” katanya.

Dengan adanya acara ini, Kang Haru berharap untuk para BCAD tetap memaksimalkan setiap usahanya untuk memenagkan pemilu 2024.

Selain itu lanjut Kang Haru, dalam Silaturahmi BCAD dilakukan pembacaan Surat Keputusan (SK) untuk para BCAD Provinsi dan RI.

“Dimana setelah pembacaan SK ini para BCAD sudah bisa mulai bersosialisasi kepada masyarakat untuk kemenangannya di tahun 2024,” tuturnya.

Pada acara ini Kang Haru pun menegaskan bahwa silaturahmi ini membuat persaingan menjadi Fastabiqul Khairat, berlomba-lomba dalam kebaikkan dan juga ketaqwaan.

“Dengan hadirnya BCAD, akan semakin menguatkan kerja-kerja melayani rakyat yang selama ini dilakukan oleh struktur dan anggota PKS Jawa Barat,” pungkas Kang Haru.

Check Also

Rp10 T MBG Harus Kembali ke Piring Anak, Jangan Hilang di Tengah Jalan – DPW PKS Jawa Barat

Rp10 T MBG Harus Kembali ke Piring Anak, Jangan Hilang di Tengah Jalan – DPW PKS Jawa Barat

Jakarta, 2 Oktober 2026 — Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta penguatan tata kelola Program MBG dilakukan secara menyeluruh, mulai dari keamanan pangan hingga transparansi angaran. Ia menilai perubahan skema insentif SPPG menjadi Rp2.000 per porsi harus diikuti dengan standar mutu yang tegas. “Insentif Rp2.000 per porsi jangan hanya dihitung sebagai biaya

Leave a Reply