Home / Pusat & Provinsi / Cawalkot Haru Suandharu Nyoblos di TPS Antapani, Ini Ritual Sebelum Berangkat – DPW PKS Jawa Barat
Cawalkot Haru Suandharu Nyoblos di TPS Antapani, Ini Ritual Sebelum Berangkat – DPW PKS Jawa Barat

Cawalkot Haru Suandharu Nyoblos di TPS Antapani, Ini Ritual Sebelum Berangkat – DPW PKS Jawa Barat

Bandung, jabarekspres – Calon Wali Kota Bandung Haru Suandharu menyalurkan suaranya di hari pemungutan suara. Ia mencoblos di TPS 15, Antapani Kidul, Kecamatan Antapani.

Haru datang ke TPS didampingi istrinya Intan Nur Rahmi dan beberapa anaknya. Ia berjalan kaki dari rumahnya, lalu tiba di TPS sekitar pukul 8.45.

Setelah tidak lama mendaftar, ia kemudian mendapat surat suara dan langsung mencoblos di bilik suara. Haru datang dengan memakai kemeja putih khas yang biasa ia kenakan.

Di lokasi, ia juga menyempatkan menyapa sejumlah pemilih. Maklum ia banyak kenal karena memang tetangga. “Ini mah (TPS 15.red) keluarga saya,” ujarnya.

Haru menuturkan, tidak sampai ada ritual khusus sebelum berangkat ke TPS pagi itu. Ia hanya menjalani beberapa rutinitas.

Seperti salat subuh. “Baca Al Quran lalu salat duha,” cetusnya.

Selepas pencoblosan, Haru bakal menjalani beberapa kegiatan. Seperti kegiatan di DPW, lalu ke rumah pemenangan Jabar Asih, dan kegiatan di media center.

Dalam kesempatan itu, Haru juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak lupa datang ke TPS. Kemudian menyalurkan hak suaranya. “Mari gunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani, demi memilih pemimpin yang terbaik,” ujarnya.

Check Also

Jebakan Pungli dan Pinjol Mengancam Ekonomi Keluarga Jabar, Abah Iwan Dorong Resiliensi Berbasis Kesaktian Pancasila – DPW PKS Jawa Barat

Jebakan Pungli dan Pinjol Mengancam Ekonomi Keluarga Jabar, Abah Iwan Dorong Resiliensi Berbasis Kesaktian Pancasila – DPW PKS Jawa Barat

BANDUNG — Di tengah kondisi perekonomian hari ini, warga Jawa Barat menghadapi ancaman ganda yang nyata: maraknya indikasi praktik dugaan pungutan liar (pungli) serta jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online yang menggerogoti ketahanan keluarga. “Hari Kesaktian Pancasila ini harus jadi cermin bersama dan sarana otokritik bagi kita di pemerintahan. Ketahanan ekonomi warga Jawa

Leave a Reply