Bandung — Bencana tak jarang menimbulkan rasa kehilangan bagi yang mengalaminya. Karenanya, kehadiran saudara bisa cukup berarti. Dari keyakinan itulah, dua belas relawan terlatih diberangkatkan membawa keahlian, kepedulian, dan kehadiran dari saudara-saudara mereka di Jawa Barat.
“Dalam Islam, kita mengenal konsep ukhuwah wathaniyah — persaudaraan sebangsa setanah air. Ketika saudara kita di NTT tertimpa musibah, jarak ribuan kilometer tidak mengubah satu kenyataan: mereka adalah bagian dari kita. Kini, bagian dari kita yang sedang terluka itu membutuhkan satu hal paling mendasar — tahu bahwa mereka tidak sendirian,” ujar Ketua DPW PKS Jawa Barat, Iwan Suryawan, yang akrab disapa Abah Iwan, saat melepas keberangkatan tim relawan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju NTT, Rabu (3/9/2026),
Abah Iwan menegaskan bahwa kehadiran relawan ini bukan untuk menyelesaikan persoalan para korban bencana, melainkan sekadar wujud nyata dari tanggung jawab kemanusiaan yang tidak mengenal batas wilayah.
“Kami tidak datang untuk menyelesaikan bencana. Itu bukan kapasitas kami — dan kami sadar betul soal itu. Yang kami bawa adalah kehadiran, kepedulian, dan keahlian yang semoga bisa meringankan — meski sedikit — beban yang sedang mereka pikul. Karena terkadang, yang paling dibutuhkan seseorang di tengah kehilangan bukan solusi, tapi tahu bahwa ada yang peduli dan hadir bersamanya,” ujar Abah Iwan yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat.
Ketua Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) DPW PKS Jawa Barat, Bambang Yulianto, menjelaskan bahwa keberangkatan ini merupakan respons atas penugasan langsung dari BKBN DPP PKS — dan PKS Jawa Barat menyambut amanah itu dengan seleksi yang serius.
“Ini adalah penugasan dari BKBN DPP PKS — dan PKS Jawa Barat menyambut amanah ini dengan serius. Kami tidak mengirim siapapun ke sana. Dua belas relawan yang berangkat adalah mereka yang sudah terlatih dan tersertifikasi — masing-masing membawa keahlian spesifik yang dibutuhkan di lapangan: manajemen bencana, paramedik, konstruksi bangunan, kelistrikan, rescue, psikososial, radio komunikasi, hingga dokumentasi,” jelasnya.
Bambang menegaskan bahwa kesiapan tim tidak berhenti pada kompetensi teknis semata.
“Kondisi pasca bencana bukan medan biasa. Relawan yang kami kirim bukan hanya siap secara teknis — mereka juga sudah dipersiapkan secara mental dan fisik untuk menghadapi kondisi yang paling berat sekalipun. Dari 3 hingga 14 September, mereka akan hadir di sana — bukan sebagai tamu yang datang lalu pergi, tapi sebagai bagian dari upaya pemulihan yang nyata,” pungkasnya.



DPC PKS Kec. Mustikajaya Solid. Melayani. Raih Kemenangan.