Home / Pusat & Provinsi / Syaikhu Sebut Peran Kordapil Penting dalam Hadapi Pemilu 2024
Syaikhu Sebut Peran Kordapil Penting dalam Hadapi Pemilu 2024

Syaikhu Sebut Peran Kordapil Penting dalam Hadapi Pemilu 2024

Jakarta– Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menyebut peran dari Koordinator daerah Pemilihan atau Kordapil penting dalam menghadapi kontestasi Pemilu mendatang. 

Hal itu disampaikan dalam acara Bimtek BPW PKS Sumbagut ke V di Hotel Mercure Batavia, Kamis (16/2/2023). 

“Para Kordapil ini adalah orang-orang yang ikhlas karena mereka tidak mencalonkan diri sebagai calon anggota dewan, tapi berperan penting di daerah pemilihan,” tutur Syaikhu. 

Ia berharap para anggota legislatif memberi perhatian khusus kepada para Kordapil karena berperan penting di setiap pos pemenangan dalam Pemilu mendatang. 

“Untuk itu saya meminta kepada bapak ibu anggota legislatif maupun calon anggota legislatif tidak meninggalkan para Kordapil jangan sampai mereka berjuang sendiri, perhatikan mereka di setiap daerah pemilihan masing-masing,” tegas Syaikhu. 

Lebih lanjut, Syaikhu menyebut perhatian dari struktur kepada para Kordapil akan memacu semangat dalam memenangkan PKS di Pemilu 2024 nanti. 

“Dengan adanya perhatian dari bapak ibu semua, mereka akan lebih semangat lagi dalam berjuang memenangkan PKS di Pemilu 2023, dari saya pun tidak akan tinggal diam, ada sedikit bantuan untuk mereka,” tutup Syaikhu. 

Dalam pembukaan acara Bimbingan Teknis Anggota legislatif DPRD Provinsi dan Kabupaten Kota se Sumatera Bagian Utara, Syaikhu melantik sebanyak 10 orang Kordapil yang tersebar di lima Provinsi. 

Check Also

Rp10 T MBG Harus Kembali ke Piring Anak, Jangan Hilang di Tengah Jalan – DPW PKS Jawa Barat

Rp10 T MBG Harus Kembali ke Piring Anak, Jangan Hilang di Tengah Jalan – DPW PKS Jawa Barat

Jakarta, 2 Oktober 2026 — Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, meminta penguatan tata kelola Program MBG dilakukan secara menyeluruh, mulai dari keamanan pangan hingga transparansi angaran. Ia menilai perubahan skema insentif SPPG menjadi Rp2.000 per porsi harus diikuti dengan standar mutu yang tegas. “Insentif Rp2.000 per porsi jangan hanya dihitung sebagai biaya

Leave a Reply