Home / Pusat & Provinsi / Viral Berita Begal Bikin Warga Resah, Tedy Rusmawan Hadirkan Polda Jabar untuk Luruskan Faktanya – DPW PKS Jawa Barat
Viral Berita Begal Bikin Warga Resah, Tedy Rusmawan Hadirkan Polda Jabar untuk Luruskan Faktanya – DPW PKS Jawa Barat

Viral Berita Begal Bikin Warga Resah, Tedy Rusmawan Hadirkan Polda Jabar untuk Luruskan Faktanya – DPW PKS Jawa Barat

Bandung — Berita begal yang terus berseliweran di media sosial membuat keresahan masyarakat Jawa Barat kian meluas. Namun, seberapa akurat gambaran yang beredar di medsos dengan fakta sesungguhnya di lapangan? Keresahan itulah yang mendorong anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Tedy Rusmawan, menghadirkan langsung perwakilan Polda Jabar dalam forum Sapa Warga Berbasis Budaya yang ia gelar bersama warganya.

“Beberapa waktu terakhir, warga banyak yang resah dengan beredarnya berita-berita begal di media sosial. Wajar kalau masyarakat cemas — tapi kita perlu memastikan bahwa informasi yang mereka terima itu akurat, bukan sekadar viral. Karena itu kami menghadirkan langsung perwakilan dari Polda Jabar agar masyarakat bisa mendapat jawaban yang sahih,” ujar Tedy Rusmawan, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS pada acara Sapa Warga Berbasis Budaya, di Bandung pada Jum’at (31/ 7/ 2026).

Program Sapa Warga Berbasis Budaya sendiri merupakan media komunikasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui anggota legislatif — sebuah forum yang sengaja dirancang lebih cair dan informal agar warga bisa bicara apa adanya tanpa sekat protokoler. 

Program ini memang dirancang untuk menjadi ruang komunikasi yang lebih cair — bukan forum formal yang kaku. Justru di sinilah warga bisa bicara apa adanya, dan kami bisa mendengar langsung apa yang benar-benar mereka rasakan,” jelas Tedy.

Pada forum ini, Polda Jabar diwakili oleh Kanit Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jabar, Kompol Rendi Renaldi, yang membawa gambaran lapangan yang jauh lebih bernuansa dari sekadar berita yang viral. 

Menurut Kompol Rendi, pelaku begal umumnya beroperasi di malam hari dengan dua motif utama: tekanan ekonomi dan kemalasan mencari penghasilan secara halal. Faktor kenakalan remaja yang sekadar ikut-ikutan demi kepuasan sesaat juga menjadi pola yang kerap ditemukan di lapangan.

Kompol Rendi juga mengungkap bahwa sebagian besar pelaku begal di suatu wilayah justru bukan warga setempat. 

“Kalau penghuni asli, orang banyak yang kenal — jadi lebih mudah terlacak,” ujarnya. 

Soal keamanan, Kompol Rendi menyampaikan imbauan yang sederhana namun tegas: hindari keluar malam jika tidak benar-benar perlu. 

“Malam pandangan terbatas. Kalau tidak ada kepentingan yang benar-benar mendesak, lebih baik tidak keluar, pesannya.

Check Also

Pengawasan dan Kualitas Layanan Harus Tetap Dijaga – DPW PKS Jawa Barat

Pengawasan dan Kualitas Layanan Harus Tetap Dijaga – DPW PKS Jawa Barat

Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, mendukung kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang melarang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan barang-barang bersubsidi seperti LPG 3 kilogram, beras SPHP, dan minyak goreng MinyaKita. Menurut Netty, kebijakan tersebut merupakan langkah yang tepat untuk memastikan subsidi pemerintah

Leave a Reply