Home / Pusat & Provinsi / Ketika Ekonomi Tertekan, Ribuan Keluarga di Jawa Barat Justru Memilih Berkurban — Mengapa? – DPW PKS Jawa Barat
Ketika Ekonomi Tertekan, Ribuan Keluarga di Jawa Barat Justru Memilih Berkurban — Mengapa? – DPW PKS Jawa Barat

Ketika Ekonomi Tertekan, Ribuan Keluarga di Jawa Barat Justru Memilih Berkurban — Mengapa? – DPW PKS Jawa Barat

Dari 27 kabupaten dan kota, ribuan hewan kurban dihimpun. Bukan karena keadaan sedang mudah — tapi justru sebaliknya. Di balik angka itu ada sebuah pernyataan kolektif yang jauh lebih dalam dari sekadar ritual tahunan.

Bandung – Di tengah tekanan ekonomi yang belum mereda, ribuan keluarga di Jawa Barat memilih untuk berkurban pada Idul Adha 1447 H ini. Kurban, dalam kondisi seperti ini, adalah bukti bahwa ada nilai yang lebih kuat dari kalkulasi ekonomi: keberanian untuk tetap memberi ketika keadaan menganjurkan untuk menahan.

Iwan Suryawan, yang akrab disapa Abah Iwan, melihat fenomena ini bukan sebagai data statistik — tapi sebagai cermin kondisi batin masyarakat Jawa Barat.

Di sinilah kurban bicara lebih keras dari kata-kata. Nabi Ibrahim tidak tahu apa yang akan terjadi ketika ia mengangkat pisau. Tapi ia bergerak dari keyakinan, bukan dari jaminan.” kata wakil ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Suryawan di Bandung pada Kamis (28/5/2026).

Abah Iwan Suryawan juga berpendapat,, keluarga-keluarga yang berkurban hari ini, di tengah semua kesulitan yang mereka rasakan, sedang mengulang keberanian yang sama — bahwa hidup ini tidak dikendalikan oleh ketakutan akan kekurangan

Stok hewan kurban di Jawa Barat tahun ini secara keseluruhan mengalami peningkatan — domba diperkirakan mencapai 223.812 ekor, naik dari 187.395 ekor tahun lalu, sementara sapi meningkat menjadi 120.916 ekor dari 99.565 ekor pada Idul Adha sebelumnya. Minat berkurban masyarakat Jawa Barat tahun ini nyata meningkat — dan Syiar Dzulhijjah adalah bagian dari gelombang itu.

01114366(3)

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Barat mendistribusikan sebanyak 15 ekor sapi dan 23 ekor domba untuk menjangkau berbagai wilayah hingga pelosok. Sedangkan di Ibu Kota Provinsi sendiri, Kota Bandung, mencatat jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah mencapai 18.036 ekor yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim gabungan

Sementara itu, melalui Syiar Dzulhijjah “Ismail Project” 1447 H, Alhamdulillah, PKS berhasil menyalurkan:

  • 855 ekor sapi dan kerbau
  • 1.748 ekor kambing dan domba

Total 2.603 ekor hewan kurban — berasal dari 26 DPD yang telah melaporkan, dari total 27 DPD se-Jawa Barat, atau 96 persen jaringan yang sudah bergerak.

Budiwanto, Ketua Pelaksana Syiar Dzulhijjah 1447 H, menjelaskan, ini bukan hanya soal jumlah. Ia adalah gambaran tentang seberapa luas gerakan ini mengakar.

“Dari Bogor hingga Cirebon, dari Bekasi hingga Pangandaran — di saat yang sama, dalam semangat yang sama,” terangnya. 

Anggota Dewan Fraksi PKS asal Kab. Karawang ini juga menjelaskan, di balik angka-angka itu ada mekanisme yang memastikan setiap hewan kurban benar-benar sampai ke tangan yang paling membutuhkan.

“Kami tidak ingin ini hanya menjadi kegiatan seremonial. Penghimpunan dilakukan serentak di 27 kota dan kabupaten, dengan prioritas distribusi ke komunitas terdekat.” ungkapnya. 

Budiwanto menambahkan bahwa Ismail Project bukan hanya nama tema — tapi sebuah filosofi gerakan.

“Ismail adalah simbol keikhlasan tanpa syarat. Kami ingin setiap kurban yang dihimpun membawa semangat itu: bahwa kita berkurban bukan karena sedang berlebih, tapi karena memang itulah cara kita hadir di tengah sesama. terangnya.


Syiar Dzulhijjah 1447 H — Ismail Project diselenggarakan serentak secara Nasional, salah satunya di Jawa Barat pada Idul Adha 1447 H / 2026 M.

Check Also

Pekerja Jabar Butuh Lebih dari Sekadar Kerja — Mereka Butuh Kelayakan – DPW PKS Jawa Barat

Pekerja Jabar Butuh Lebih dari Sekadar Kerja — Mereka Butuh Kelayakan – DPW PKS Jawa Barat

Bandung – Di tengah gelombang digitalisasi dan AI yang mengubah dunia kerja lebih cepat dari yang bisa diantisipasi, DPW PKS Jawa Barat menggelar Talkshow May Day 2026 — mempertemukan pekerja, industri, akademisi, dan pemerintah untuk menjawab satu pertanyaan yang hari ini terasa mendesak: apakah skill kita masih relevan? Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat sekaligus

Leave a Reply