Home / Pusat & Provinsi / Tidak Harus Memilih, Perempuan Bisa Hadir Sepenuhnya di Rumah dan di Tengah Masyarakat – DPW PKS Jawa Barat
Tidak Harus Memilih, Perempuan Bisa Hadir Sepenuhnya di Rumah dan di Tengah Masyarakat – DPW PKS Jawa Barat

Tidak Harus Memilih, Perempuan Bisa Hadir Sepenuhnya di Rumah dan di Tengah Masyarakat – DPW PKS Jawa Barat

Bandung — Ada pertanyaan yang sudah terlalu lama membebani perempuan: apakah memilih keluarga, atau memilih berkarya? Siti Muntamah — anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang akrab disapa Umi Siti — meyakini bahwa pertanyaan itu salah sejak awal. Perempuan tidak harus memilih. Ia bisa hadir sepenuhnya di dua tempat sekaligus — asal menemukan cara pandang yang tepat.

“Kalau dia punya karya, pekerjaan-pekerjaan yang di luar sana yang ternyata membutuhkan sentuhan-sentuhan perempuan — dan bagi perempuan yang memiliki kemampuan untuk itu, jangan pernah ragu,” ujar Umi Siti dalam siniar Podcast Sajabar yang tayang di PKS TV Jabar. 

Data membuktikan bahwa kekhawatiran ini bukan tanpa dasar. Keterwakilan perempuan di parlemen Indonesia baru mencapai 21 persen — jauh dari angka ideal 30 persen yang diamanatkan undang-undang. Di tingkat daerah, angkanya bahkan lebih rendah. Padahal banyak kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan perempuan dan anak justru diputuskan di ruang-ruang yang minim kehadiran perempuan.

Umi Siti sendiri membuktikan bahwa dua peran itu bisa berjalan beriringan. Ketika anak-anaknya masih kecil, ia memilih lebih banyak di rumah — tapi tidak diam. Ia mengisi majelis taklim, membangun bank sampah, mendirikan komunitas takakura, hingga membuat sekolah ibu. Semua tumbuh dari rumah. Dan dari sana, perlahan, jaringan meluas, kepercayaan dibangun, hingga pintu yang lebih besar terbuka.

“Berada di rumah suami itu hati, perasaan, jiwa — semuanya ada di sana,” kata Umi Siti yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum DPW PKS Jawa Barat. 

Bukan fisiknya yang harus selalu di rumah — tapi ke mana hati berlabuh. Prinsip itu yang membuatnya bisa memimpin sidang, mengawal kebijakan pendidikan, mengelola anggaran partai, dan tetap hadir untuk keluarganya — termasuk 15 cucu yang ia sayangi.

Bagi Umi Oded, izin dari suami atau wali bukan hambatan. Ia adalah fondasi. “Sebelum keluar ada izin dari walinya dulu — itu kunci,” tegasnya. Perempuan yang bergerak dengan ridha keluarga membawa ketenangan yang berbeda — tidak perlu membuktikan apa-apa kepada siapapun, karena pondasinya sudah kokoh.

Kemudian, bagi perempuan yang merasa belum siap atau belum mampu, Umi Siti menitipkan satu prinsip yang ia pegang di setiap momen sulit.

“Saya mencoret kata tidak bisa. Harus bisa,” pungkasnya. Bukan karena ia tidak pernah merasa lelah — tapi karena ia percaya selalu ada jalan, asal mau mencarinya.

Untuk bahasan selengkapnya, silahkan klik video berikut ini:

Check Also

Suara Rakyat Bukan Angka — Ia Amanah yang Tidak Boleh Gugur di Tangan Kita – DPW PKS Jawa Barat

Suara Rakyat Bukan Angka — Ia Amanah yang Tidak Boleh Gugur di Tangan Kita – DPW PKS Jawa Barat

Bandung — Penggelembungan dan praktik jual beli suara nyata adanya. Padahal, menurut Abah Iwan Suryawan suara masyarakat itu bukan sekadar angka, tapi amanah.  “Pencurian suara dalam pemilu nyata adanya, padahal itu amanah. Masyarakat menitipkan suaranya untuk kita sampaikan menjadi kebijakan dan para saksi adalah ujung tombaknya, maka kita harus menguatkan jaringan saksi kita,” terang Wakil

Leave a Reply