Bandung — Stigma negatif yang melekat pada orang Sunda dan menguatnya gengsi dalam berbahasa daerah menjadi tantangan tersendiri dalam merawat kebudayaan Sunda. Menjawab hal tersebut, Bidang Seni Budaya DPW PKS Jawa Barat menggelar diskusi budaya perdana bertajuk Ngabudah (Ngabahas Budaya Daerah) bersama budayawan Sunda, Robi Maulana Zulkarnain.
Dalam episode perdana ini, Robi menyoroti stigma “orang Sunda pemalas” yang kerap dilekatkan pada tokoh Kabayan. Ia mengajak masyarakat menelaah dasar stigma tersebut secara kritis.
“Stigma itu harus ada dasarnya dibandingkan dengan siapa, di mana, kapan, dan dalam keadaan bagaimana. Orang Sunda di perantauan, seperti yang saya temui di Batam, justru kompak dan pekerja keras,” ujar Kang Robi sebagaimana kami kutip dari Siniar PKS TV Jabar, Padaringan Kabudayaan Sunda pada Jum’at (31/10/2026).
Ia menambahkan, orang Sunda lazim menggunakan simbol dalam berkomunikasi, sehingga yang perlu dilakukan adalah menggali maknanya, bukan meninggalkannya. Merawat budaya, lanjutnya, juga tidak berarti terus hidup dalam euforia masa lalu.
“Nilai-nilai masa lalu harus diterjemahkan untuk hari ini. Kita tetap menjaga jati diri Sunda, tetapi harus ngigelan zaman, mengikuti perkembangan zaman dan teknologi,” katanya.
Robi turut mengamati banyaknya orang Sunda yang enggan berbahasa Sunda karena gengsi atau takut salah tingkatan bahasa, serta kearifan lokal yang justru dikemas ulang pihak lain.
Ia mencontohkan konsep pentahelix yang sejatinya sudah dikenal leluhur lewat gotong royong, sauyunan, dan sabilulungan. Di akhir paparan, ia mengingatkan pentingnya lemah cai atau tanah air sebagai salah satu dari tujuh unsur kebudayaan, seiring perlunya literasi digital agar masyarakat tidak kehilangan pijakan.
“Kalau tanah hilang, kebudayaan pun hilang. Kita memang harus literat digital dan memakai teknologi, tetapi tetap harus tahu kita berada di mana,” tegasnya.
Menutup diskusi, Ketua Bidang Seni Budaya DPW PKS Jawa Barat, Hendra Gunawan atau akrab disapa Kang Hendra, mengajak generasi muda ikut terlibat merawat budaya Sunda, termasuk melalui media sosial. Ia menyampaikan bahwa Ngabudah akan dilanjutkan secara berkala, minimal sebulan sekali.
“Siapa lagi yang akan merawat budaya Sunda kalau bukan kita? Kapan lagi kalau bukan dari sekarang?” tutupnya.
Ngabudah merupakan program baru yang digagas Padaringan Kabudayaan Sunda di bawah naungan Bidang Seni Budaya DPW PKS Jawa Barat. Robi Maulana Zulkarnain dikenal sebagai budayawan Sunda yang aktif mengisi podcast bertema budaya, telah menerbitkan tujuh buku, dan berkiprah di organisasi kemasyarakatan Sundawani Wirabuana.
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan Nasional yang jatuh setiap 17 Oktober. Ia menjelaskan bahwa istilah “ngabudah” kerap terdengar seperti obrolan tanpa isi, padahal sebenarnya merupakan singkatan dari ngabahas budaya daerah.
Selengkapnya, silahkan klik tautan berikut ini:
DPC PKS Kec. Mustikajaya Solid. Melayani. Raih Kemenangan.