Home / Pusat & Provinsi / Hari ke-6 Usai Gempa Cianjur, Tim Relawan PKS Masih Bersihkan Reruntuhan – DPW PKS Jawa Barat
Hari ke-6 Usai Gempa Cianjur, Tim Relawan PKS Masih Bersihkan Reruntuhan – DPW PKS Jawa Barat

Hari ke-6 Usai Gempa Cianjur, Tim Relawan PKS Masih Bersihkan Reruntuhan – DPW PKS Jawa Barat


CIANJUR — Tim Relawan PKS Kabupaten Bandung merobohkan bangunan masjid yang hampir runtuh karena membahayakan warga dan tenda di sekitar. Selain itu mereka juga membersihkan puing-puing reruntuhan di Kp. Cisarua, RT 02 RW 4 Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Sabtu (26/11/22).

Hingga saat ini tim Kepanduan PKS memang masih siaga di lokasi bencana gempa Cianjur. Menurut Ketua Bidang Kepanduan DPP PKS Yoyok Switohandoyo, Kepanduan PKS telah menerjunkan sejumlah relawan sebagai bentuk respon terhadap musibah gempa Cianjur.

“Tentu seluruh Kepanduan terutama di Jawa Barat khususnya di DPD terdekat dengan Cianjur, kita instruksikan mengirim relawannya karena respon bencana masih lama sehingga keperluan relawan sangat urgent,” ujar Yoyok.

Selain membersihkan reruntuhan, membuat dapur umum dengan menyediakan lebih dari 1000 nasi bungkus per hari, Tim Relawan PKS juga melakukan trauma healing bagi warga terdampak gempa.

Sudah lebih dari 100 relawan PKS yang terjun dan disebar ke titik-titik lokasi bencana. Masih menurut Yoyok, para Relawan tersebut bergantian terjun ke posko yang sudah tersedia.

“Mereka digilir minimal 3-7 hari dan kemudian dirolling dengan Relawan lain yang belum turun ke lokasi,” tambah Yoyok.

Tim Relawan PKS merobohkan bangunan masjid yang hampir runtuh

Check Also

Pemimpin Muda Jabar yang Dibutuhkan Bukan yang Paling Vokal di Medsos — Tapi yang Pernah Ada di Tengah Masyarakat – DPW PKS Jawa Barat

Pemimpin Muda Jabar yang Dibutuhkan Bukan yang Paling Vokal di Medsos — Tapi yang Pernah Ada di Tengah Masyarakat – DPW PKS Jawa Barat

Bandung — Gen Z hari ini adalah generasi terbesar dalam sejarah Indonesia — mencapai 74,93 juta jiwa atau hampir 28 persen dari total populasi. Mereka tumbuh dengan akses informasi yang tak terbatas, melek teknologi, dan tidak segan bersuara. Namun, ada satu persoalan yang terus mencuat: 60 persen dari mereka merasa kesenjangan sosial dan ekonomi berdampak

Leave a Reply