Home / Pusat & Provinsi / Hibur Anak-Anak, RKI Cianjur adakan Trauma Healing – DPW PKS Jawa Barat
Hibur Anak-Anak, RKI Cianjur adakan Trauma Healing – DPW PKS Jawa Barat

Hibur Anak-Anak, RKI Cianjur adakan Trauma Healing – DPW PKS Jawa Barat


CIANJUR — Sepekan lebih sejak gempa besar di Cianjur, Rabu (30/11/22) RKI Cianjur memberikan trauma healing kepada anak-anak yang bertempat di posko kecamatan di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet.

Ibu R. Ela Mardiyah sebagai perwakilan dari RKI Cianjur mengatakan bahwa kegiatan trauma healing ini dilakukan agar anak-anak tidak bosan selama mereka berada di pengungsian. Pacet sendiri merupakan salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat gempa.

Sama halnya dengan kegiatan di Pacet, Giat DPC PKS Cipanas juga mengadakan trauma healing di Cipanas untuk anak-anak terdampak gempa. Mereka diberi aneka kegiatan yang bisa melupakan rasa trauma terhadap bencana gempa dan kembali memunculkan rasa bahagia meski masih berada di tengah padatnya pengungsian. Selain itu ada juga pembagian 200 bingkisan hasil kerja sama dengan Cakra Dekorasi Balon dan sulap badut.

Sementara itu tim trauma healing RKI dan Forum Ayah Kota Bogor juga turut dalam peresmian Sekolah Darurat di Kp. Gintung RW 08, Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang.

Hingga saat ini pengungsi sendiri masih bertahan di tenda karena rata-rata rumah mereka runtuh akibat gempa, ditambah gempa susulan yang sesekali masih terjadi menambah kekhawatiran akan adanya gempa yang lebih besar lagi.

Tim Trauma Healing RKI (Hermawan Wicaksono/PKS Foto)

Check Also

Pemimpin Muda Jabar yang Dibutuhkan Bukan yang Paling Vokal di Medsos — Tapi yang Pernah Ada di Tengah Masyarakat – DPW PKS Jawa Barat

Pemimpin Muda Jabar yang Dibutuhkan Bukan yang Paling Vokal di Medsos — Tapi yang Pernah Ada di Tengah Masyarakat – DPW PKS Jawa Barat

Bandung — Gen Z hari ini adalah generasi terbesar dalam sejarah Indonesia — mencapai 74,93 juta jiwa atau hampir 28 persen dari total populasi. Mereka tumbuh dengan akses informasi yang tak terbatas, melek teknologi, dan tidak segan bersuara. Namun, ada satu persoalan yang terus mencuat: 60 persen dari mereka merasa kesenjangan sosial dan ekonomi berdampak

Leave a Reply