Home / Pusat & Provinsi / PKS Ikuti Bimtek Perselisihan Pemilu yang Digelar Mahkamah Konstitusi
PKS Ikuti Bimtek Perselisihan Pemilu yang Digelar Mahkamah Konstitusi

PKS Ikuti Bimtek Perselisihan Pemilu yang Digelar Mahkamah Konstitusi

Bogor– Tim Hukum dan Advokasi Partai Keadilan Sejahtera mengikuti Bimbingan Teknis Hukum Acara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum 2024, bertempat di Pusdiklat Pancasila dan Konstitusi, Bogor, Senin (8/5/2023). 

Acara yang diikuti seluruh tim hukum advokasi PKS se Indonesia dibuka oleh Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dan Sekretaris Jenderal PKS Habib Aboe Bakar Al Habsyi. 

Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman meminta para advokat PKS untuk serius mengikuti setiap rangkaian acara selama bimbingan teknis berlangsung. 

“Saya berpesan kepada PKS untuk serius mengikuti rangkaian acara, cermati setiap tahapan sengketa Pemilu,” ujar Anwar. 

Ia juga mengapresiasi PKS sebagai partai pertama yang telah mendaftarkan para calon anggota dewan ke KPU. 

“Selamat juga untuk PKS saya mengapresiasi menjadi partai pertama yang mendaftarkan calon anggota dewannya ke KPU, ini bukti keseriusan PKS sebagai peserta Pemilu,” tutur Anwar. 

Sementara itu Sekretaris Jenderal PKS Habib Aboe Bakar Al Habsyi mengucapkan terima kasih Mahkamah Konstitusi telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis terkiat perselisihan hasil Pemilu. 

“Terima kasih Yang Mulia Prof Anwar Usman, MK mengerti sekali kebutuhan anak bangsa, kami butuh bimbingan bagaimana menghadapi perselisihan sengketa hasil Pemilu jika kita menghadapinya nanti,” ucap Aboe. 

Selain dihadiri Ketua MK Anwar Usman dan Sekretaris Jenderal PKS Habib Abie Bakar Al Habsyi, turut hadir Plt Sekjen MK Heru Setiawan dan Wasekjen PKS Bidang Hukum Zainuddin Paru. 

Check Also

Relawan ke NTT Bukan untuk Menyelesaikan Bencana — Tapi Agar Mereka Tahu Tidak Sendirian – DPW PKS Jawa Barat

Relawan ke NTT Bukan untuk Menyelesaikan Bencana — Tapi Agar Mereka Tahu Tidak Sendirian – DPW PKS Jawa Barat

Bandung — Bencana tak jarang menimbulkan rasa kehilangan bagi yang mengalaminya. Karenanya, kehadiran saudara bisa cukup berarti. Dari keyakinan itulah, dua belas relawan terlatih diberangkatkan membawa keahlian, kepedulian, dan kehadiran dari saudara-saudara mereka di Jawa Barat. “Dalam Islam, kita mengenal konsep ukhuwah wathaniyah — persaudaraan sebangsa setanah air. Ketika saudara kita di NTT tertimpa musibah

Leave a Reply